Teknologi Alutsista Militer Indonesia dan Dunia

Informasi tentang Teknologi Alutsista Militer Indonesia dan Dunia

http://ictmiliter.blogspot.com

PT DI Siap Kirim 10 Helikopter & 7 Pesawat Pesanan TNI

Published on: Wednesday, April 24, 2013 // , , , ,


Pesawat CN-235 Patmar untuk TNI AL (photo : Fahriza Alif)

Bandung - PT Dirgantara Indonesia (DI) menyelesaikan produksi belasan pesawat dan helikopter pesanan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI untuk kebutuhan alutsista tiga satuan TNI. Jumlah transportasi udara yang diracik PT DI terdiri dari 10 helikopter dan 7 pesawat.

Juru Bicara PT DI Sonny S Ibrahim mengatakan pesanan yang akan diserahkan pada 2013 ini masing-masing tiga unit pesawat CN 295 untuk TNI AU, tiga unit pesawat CN 235 PATMAR untuk TNI AL, satu unit pesawat jenis NC 212 untuk TNI AU, dan satu unit helikopter jenis Super Puma NAS 332 untuk TNI AU.

"Untuk 2013 sudah enam unit helikopter Bell 412 EP diserahkan kepada TNI AD. Satu lagi di tahun ini segera menyusul," jelas Sonny kepada wartawan di kantor PT DI, Bandung, Rabu (24/4/2013).

Helikopter Bell 412 EP untuk TNI AD (photo : Detik)

Sonny menambahkan, alat transportasi udara itu diproduksi sejak 2011-2012. Ia menegaskan, seluruh pesawat dan helikoter tersebut dilengkapi intial spare part.

"Semua pesawat yang diserahkan Kemhan untuk TNI, PT DI menjamin kelaikan terbangnya sesuai dengan persyaratan pengguna dan regulasi pemerintah untuk pesawat militer. Intinya, PT DI siap mendukung alutsista dalam negeri," tutur Sonny.

Pada 2014-2015, sambung Sonny, PT DI sudah siap menyelesaikan pesawat dan helikopter pesanan Kemhan.

Rencananya guna memenuhi kebutuhan TNI AU, 2014 diserahkan dua unit CN 295, dan dua unit pesawat sejenis diserahkan 2015. Di 2014 satu unit Super Puma NAS 332 diserahkan ke TNI AU. Sementara enam unit helikopter Cougar EC 725 dipesan TNI AU, PT DI akan menyerahkan dua unit pada 2014 dan empat unit pada 2015 mendatang.

(Detik)

Bundling Israel Paves Way for Pentagon Sale of Strike Weapons to Saudi-Arabia, UAE

Published on: Monday, April 22, 2013 // , , , ,

osprey_mountains
A MV-22 Osprey from Marine Medium Tiltrotor Squadron 261, based out of Marine Corps Air Station New River, N.C., makes one of many landings, June 25, in training area Dodo at the Mountain Warfare Training Center in Bridgeport, Calif. Photo: Lance Cpl. Michael Nerl, USMC
The US is preparing a multi-billion arms deal that will include the sales of advanced fighter planes, air-to-ground strike weapons and special mission aircraft to Israel, Saudi Arabia and the UAE. The total value of these packages is expected to exceed $10 billion.
As part of these sales the United States has agreed to deploy standoff precision attack weapons to Saudi Arabia and the UAE. Although the exact type of anti-radiation or standoff weapon has not been detailed by the Pentagon, it is believed that those weapons are the AGM-154C Joint Stand-Off Weapon (JSOW-C) built by Raytheon,
to be carried by Boeing F-15SA and Lockheed Martin F-16 Block 60s, and Advanced Anti Radiation Guided Missile (AARGM – AGM-88E) destined for the Israeli F-16s and F-15s.
The sale of advanced strike weapons has always been a sour issue for US exports, as such plans traditionally encountered opposition in Congress. Last month the US lost an opportunity in South Korea, after Seoul opted to buy a German weapon after failing to get approval for buying the US JASSM. Sales of strike weapons to Middle Eastern air forces met similar opposition, strengthened by Israeli supporters on the Hill.
This time the arms packages are bundled in a way that could defuse potential opposition often raised by plans to transfer offensive weapons to Middle Eastern countries. “A key part of the agreement is that we believe, and the Israelis believe, that [providing] these capabilities in no way diminishes Israel’s qualitative military edge, but are consistent with [the need to] commonly address threats in the region.” Pentagon official said. The United States will jointly train with the Emirati and Saudi pilots, as has been the case for other sales of military aircraft, he noted, adding that “There will be enhanced end-use monitoring consistent with what we provide with sensitive technology to our other allies and partners around the region… and there will be consultations prior to any of the weapons’ deployment.”
Defense Secretary Chuck Hagel is expected to discuss and finalize the agreements on these arms sales this week, during his visits in Israel, Jordan, and Saudi Arabia. According to senior Pentagon sources, the secretary’s a six-day trip will includes meetings with counterparts and officials in Israel, Jordan, Saudi Arabia, Egypt and the United Arab Emirates. Sources said Hagel plans to discuss the ‘historic arms deal’ that involves Israel, Saudi Arabia and the UAE, along with the situations in Syria, Iran, and the Sinai Peninsula.

Helikopter Tempur Eurocopter Tiger EC-665

Published on: // ,

Eurocopter Tiger EC-665 (Foto 1)

Eurocopter Tiger EC-665 (Foto 2)

Eurocopter Tiger EC-665 (Foto 3)

Eurocopter Tiger EC-665 (Foto 4)


Galeri Wallpaper Foto Helikopter Tempur Eurocopter Tiger EC-665 :

Pada awalnya, helikopter serbu Eurocopter Tiger EC-665 dikembangkan dan dibuat untuk Angkatan Darat Jerman dan Angkatan Darat Perancis. Helikopter ini diproduksi dalam 3 konfigurasi, versi multi-peran dukungan serangan (UHT) untuk AD Jerman, multi-peran tempur (HAD) dan multi-peran dukungan tempur (HAP) untuk AD Perancis. Tiger EC-665 diproduksi oleh perusahaan Eurocopter yang dibentuk oleh perusahaan-perusahaan dirgantara Eropa yaitu DaimlerChrysler Aerospace (Jerman), Aerospatiale Matra (Perancis) dan CASA (Spanyol).

Purwarupa Eurocopter Tiger EC-665 diterbangkan pertama kali pada bulan April 1991. Proses produksinya dimulai pada bulan Maret 2002. Sedangkan penerbangan perdana dari hasil produksi ini dilakukan oleh Eurocopter Tiger versi HAP pesanan Angkatan Darat Perancis pada bulan Maret 2003.

Badan pesawat helikopter Tiger terbuat dari bahan yang terdiri dari 80% serat karbon yang diperkuat dengan polimer dan Kevlar, 11% aluminium, dan 6% titanium. Sedangkan rotor terbuat dari bahan serat plastic yang mampu menahan dari kerusakan akibat pertempuran dan serangan kawanan burung. Untuk antisipasi sambaran petir serta gelombang kejut elektromagnetik, helikopter tempur ini mengandalkan lapisan tembaga / perunggu pada badan pesawat.

Eurocopter Tiger menyediakan kursi tandem (2 kursi depan belakang) untuk awak. Pilot duduk di kursi depan, sedangkan operator persenjataan duduk pada kursi belakang. Posisi kursi depan dan belakang diletakkan agak berlawanan sehingga pandangan ke depan operator persenjataan tidak terganggu oleh pilot.

Spesifikasi Helikopter Tempur Eurocopter Tiger EC-665

Karakteristik Umum :

  • Crew : 2; pilot dan operator persenjataan
  • Panjang : 14,08 m
  • Diameter rotor : 13,00 m
  • Tinggi : 3,83 m
  • Luas area lingkar rotor : 133 m²
  • Berat kosong : 3.060 kg
  • Berat maksimum lepas-landas : 6.000 kg
  • Mesin penggerak : 2 unit MTU Turbomeca Rolls-Royce MTR390, masing-masing berkekuatan 873 kW
  • Kapasitas bahan bakar internal : 1.080 kg
Kinerja :
  • Kecepatan maksimal : 315 km/jam (170 knot, 196)
  • Jarak jangkau maksimal : 1.300km
  • Batas ketinggian maksimal penerbangan : 4.000 m
  • Laju panjat : 10,7 m/detik
Persenjataan :
  • Cannon:
    • 1unit GIAT 30 kaliber 30 mm dengan 450 putaran
  • Titik keras dalam :
    • 1 unit autocannon kaliber 20 mm, atau
    • 22 unit roket SNEB kaliber 68 mm, atau
    • 4 unit rudal berpandu laser AGM-114 Hellfire
  • Titik keras luar :
    • 2 unit rudal Udara-ke-Udara Mistral, atau
    • 12 unit SNEB kaliber 68 mm
Sumber :wikipidia.org

Video Helikopter Tempur Eurocopter Tiger EC-665



AH-64 Apache, Helikopter Tempur Buatan AS

Published on: // ,

AH-64 Apache (Foto 1). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

AH-64 Apache (Foto 2). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

AH-64 Apache (Foto 3). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

AH-64 Apache (Foto 4). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

AH-64 Apache (Foto 5). PROKIMAL ONLINE Kotabumi Lampung Utara

Galeri Wallpaper Foto Helikopter Tempur AH-64 Apache :

AH-64 Apache adalah type helikopter militer dari jenis penyerbu / penempur yang bisa diterbangkan dalam berbagai keadaan cuaca. Helikopter serbu ini dikendalikan oleh dua orang crew dan persenjataan utamanya terdiri dari sebuah senapan mesin M230 kaliber 30 mm yang terletak di bawah hidung AH-64 Apache. Helikopter ini juga bisa membawa gabungan persenjataan lain seperti AGM-114 Hellfire dan pod roket Hydra 70 di empat hard point pada pangkal sayap. AH-64 Apache merupakan helikopter penyerang utama bagi Angkatan Darat Amerika Serikat dan merupakan pengganti helikopter serbu AH-1 Cobra.

AH-64 Apache telah dirancang oleh perusahaan Hughes Helicopters untuk memenuhi kebutuhan program Helikopter Serbu Angkatan Darat AS. Perusahaan McDonnell Douglas kemudian membeli Hughes Helicopters dan meneruskan pengembangan helikopter ini. Pengembangan selanjutnya helikopter ini kemudian telah menghasilkan helikopter AH-64D Apache Longbow yang kini diproduksi oleh Boeing Integrated Defense Systems. Helikopter-helikopter AH-64 milik Angkatan Darat A.S ini pernah beraksi dalam operasi-operasi di Panama, Perang Teluk, Afghanistan, dan Iraq. 

AH-64 Apache digerakkan oleh dua unit mesin turbin aci General Electric T700 dengan knalpot yang terletak dibawah rotor. Apache AH-64 memiliki empat bilah rotor utama dan empat bilah rotor ekor. Posisi duduk crew dalam susunan depan dan belakang, pilot duduk di belakang atas, sementara petuga pengendali senjata duduk ruang kokpit berperisai yang berada di depan. Ruang crew dan tangki bahan bakar dilindungi sedemikian rupa sehingga helikopter ini dapat tetap diterbangkan meskipun menerima tembakan daripada senjata berkaliber 23 mm.

Helikopter ini dipersenjatai dengan meriam rantai M230 berkaliber 30 mm yang dikendalikan menggunakan sistem pengendali pada helm yang digunakan oleh penembak, yang ditetapkan pada kedudukan terkunci menembak di depan, atau dikendalikan melalui Sistem Penandaan dan Perolehan Sasaran (TADS). AH-64 Apache membawa beberapa gabungan persenjataan pada gantungan senjata di pangkal sayapnya. Biasaannya terdiri dari rudal anti tank AGM-114 Hellfire, roket tak berpandu kaliber 70 mm (2.75 in) Hydra 70 dan rudal udara ke udara AIM-92 Stinger untuk mempertahankan diri. Jika terjadi situasi darurat, titik beban pada gantungan senjata bisa digunakan untuk dudukan personil saat evakuasi.

Helikopter tempur AH-64 Apache dirancang untuk bertahan pada garis depan dan bisa dioperasikan pada siang atau malam hari dalam berbagai macam jenis cuaca dengan menggunakan avionik dan elektronik seperti Sistem Penandaan dan Perolehan Sasaran, Sistem Penglihatan Malam Juruterbang (TADS/PNVS), pertahanan diri pasif inframerah, GPS, dan sistem pengendali persenjataan pada helm penembak (IHADSS).

Spesifikasi AH-64 Apache

Karakteristik Umum :
  • Jumlah Crew: 2 orang; pilot dan petugas persenjataan
  • Panjang: 17,73 m (dengan kedua-dua rotor dihidupkan)
  • Diameter rotor: 14,63 m
  • Tinggi: 3,87 m
  • Berat kosong: 5.165 kg
  • Berat berisi: 8.000 kg
  • Berat Maksimum Lepas-Landas: 9.500 kg
  • Mesin penggerak: 2× General Electric T700-GE-701 atau T700-GE-701C & T700-GE-701D (1990-hari ini) turboshaft, -701: 1,690 shp, -701C: 1,890 shp -701D 2,000 shp (-701: 1,260 kW, -701C: 1,490 kW)
  • Sistem rotor: 4 bilah rotor utama, 4 bilah rotor ekor
Kinerja :
  • Kecepatan Maksimum: 158 knot (293 km/jam)
  • Kecepatan jelajah: 143 knot (265 km/jam)
  • Radius Tempur: 480 km
  • Jarak Jangkau: 1.900 km
  • Ketinggian Maksimum: 6.400 m
  • Kecepatan Panjat: 12,7 m/detik
Persenjataan :
  • Meriam: 1× 30 x 113 mm meriam mesin M230 dengan putaran 1.200 butir peluru
  • Roket: Hydra 70 FFAR
  • Peluru Kendali: AGM-114 Hellfire, AIM-92 Stinger, dan AIM-9 Sidewinder
Video Helikopter Tempur AH-64 Apache :
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!